Mohon Maaf, Stasiun Kereta Cepat Walini Batal Dibangun

Mohon Maaf, Stasiun Kereta Cepat Walini Batal Dibangun

Jakarta – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih berjalan. Jumlah stasiun yang dibangun menjadi hanya empat dari rencana awal lima.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memangkas jumlah stasiun terkait efisiensi biaya. Stasiun yang batal dibangun adalah Stasiun Walini.

Sehingga total stasiun yang akan dibangun menjadi empat, yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Tegalluar.

Baca Juga : Syarat Naik Kereta Api Selama PPKM Periode 5-18 Oktober 2021, Menunjukkan Antigen H-1

“Stasiun Walini ini dihapus sementara dari rencana supaya biaya pembangunan nggak tambah bengkak,” kata Direktur Utama (Dirut) KCIC Dwiyana Slamet Riyadi ketika berkunjung ke Transmedia, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Namun, kata pria yang akrab disapa Edo ini, tidak menutup kemungkinan Stasiun Walini akan dibangun setelah proyek kereta tersebut rampung. Apalagi, tambah dia, ada beberapa pengembang yang sudah mendekati KCIC untuk bekerja sama di lokasi yang sama.

“Ada beberapa developer (pengembang) yang deketin kita, bahkan ada yang berani buat bayarin pembangunan stasiunnya. Jadi nanti ada kemungkinan bakal bisa dibangun,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Kabupaten Bandung memberi apresiasi berupa uang bonus alias “kadeudeuh” pada atlet PON JABAR

Seperti diketahui, proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi sorotan setelah adanya pembengkakan biaya di kisaran US$ 1,3 miliar hingga US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 18,4 triliun – Rp 22,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.200).

Sebelumnya biaya pembangunan dipatok US$ 6 miliar atau sekitar Rp 85,2 triliun. Tapi saat ini biaya pembangunan sudah menyentuh US$ 7,97 miliar atau sebesar Rp 113,1 triliun.

Proyek yang diprediksi rampung Desember 2022 itu awalnya tidak akan melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPB) dan murni menggunakan dana korporasi dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seiring biaya proyek yang bengkak, pemerintah pun akhirnya turun tangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi tugas baru Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Hal itu dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

sumber  :  Detik Finance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Bahasa Indonesia ID