Memberikan informasi dan inspirasi

Pengalaman Terbang ke Medan di masa Pandemi

Rencana terbang tanggal 1 Sep 2020, tiket sudah di tangan semua team sudah di Test Rapid untuk mendapatkan surat Bebas Covid19 sebelum terbang.

Sebelum masa Pandemi Terbang menggunakan pesawat cukup simple apabila sudah ada tiket tinggal Bisa cek in di bandara dan langsung nunggu di ruang tunggu bandara sebelum pesawat terbang langsung menuju Pesawat dan Terbang. Tapi Aturan dan prosedural itu semua berubah setelah Wabah Covid19 di konpirmasi di negara ini, semua perjalanan pesawat harus melakukan protokol Kesehatan.

Setidaknya ada tiga hal penting yang harus diperhatikan penumpang dan awak moda transportasi sebelum memutuskan untuk bepergian.

  1. Harus dalam keadaan sehat dan menerapkan prinsip pencegahan seperti wajib menggunakan masker, sering mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak satu sama lain.
  2. Harus memiliki hasil pemeriksaan rapid test nonreaktif yang berlaku paling lama 14 hari sejak surat keterangan diterbitkan dan kartu kewaspadaan sehat atau Health Alert Card
  3. Saat pembelian tiket pesawat dan/atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai,operator pelayaran, agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik.

Aturan ini diterbitkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandara Udara dan Pelabuhan. Menkes berharap adanya protokol ini bisa mencegah penularan Corona pada masyarakat.

“Dengan dilaksanakannya Protokol Pengawasan ini dengan ketat dan disiplin, kita dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari penularan COVID-19,”

 

Adapun Surat Bebas Covid ini berubah ubah peraturannya, dulu sebelum ada perubahan Surat bebas Covid hasinya bisa ada Tulis tangan, sekarang ada perubahan Hasil Negatif atau Non reaktif Surat Bebas Covid harus di ketik, sebelum peraturan ini dibuat kita bersama team sudah melakukan test Rapid namun Surat yg di maksud tidak berlaku karena peratura sudah berubah.

Mereka beralasan perubahan tersebut dikarenakan banyak yg menyalah gunakan surat Bebas Covid alias dengan membuat urat bebas Covid Palsu, dan setelah diskusi dengan petugas Surat bebas Covid Kita tidak berlaku, kebetulan Kita Terbang dari Bandara HALIM Perdana Kusuma Jakarta menuju Bandara Kuala Namo Deliserdang – Sumatera Utara, sehingga prosedurnya harus di Test Rapid kembali di KKP – Bandara Halim. dan Alhamdulillah hasilnya Negatif, kita bisa terbang Ke Medan.

Setelah Di validasi surat Bebas Covid19, kita masuk Bandara diperiksa kelengkapan oleh petugas di pintu masuk baik Tiket, surat bebas covid  setelah aman masuk ke bagian pemeriksaan bawaan kita sebelum cek in, pada waktu Cek in, kita dimimntain KTP surat Bebas Covid lagi untuk Boarding PASS dan Koper yg masuk Bagasi.

Setelah cek in, kita di arahkan ke Gate 8, dimana pesawat yg akan terbang membawa kita sudah siap terbang, dan kebetulan kita menggunakan Batik Air, di arahkan oleh petugas  ke Pesawat, pada waktu naik Pesawat didalam juga dilakukan prosedur Protokol Kesehatan semua baik dengan dengan social distancing.  Dalam tiga kursi pesawat di isi hanya 2 orang dengan di kosongkan di Kursi tengh.

Perjalanan Jakarta Halim memelukan kurang lebih 2 Jam, dan akhirnya sampai Bandara Kualanamu, Sesampainya di Bandara Kualanamu kita diarahkan untuk Scan Ehac Indonesia :

Aplikasi ini seharusnya di Download di Bandara keberangkatan, untuk menghindari Anntrian yg lama, akrena pengisian data Adapun Aplikasi eHAC Indonesia dengan prosedur sebagai berikut :

Melalui aplikasi ponsel

  1. Langkah pertama untuk mengisi e-HAC menggunakan aplikasi pada ponsel adalah mengunduh aplikasi ” EHAC Indonesia” di Google Store atau Apple Store.
  2. Setelah diunduh, lakukan setting aplikasi meliputi pemilihan bahasa, registrasi user atau pengguna baru, dan setting lokasi perangkat
  3. Setelah selesai melakukan setting awal, maka akan tampil halaman utama eHAC. Untuk membuat Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektonik e-HAC maka pilih tombok “visitor” atau “pengunjung”
  4. Selanjutnya, akan muncul pilihan beberapa tombol yakni: Data Profil (untuk masuk halaman profil) Panik (untuk ditekan saat kondisi darurat dan butuh bantuan medis Tombol HAC: Pilih tombol HAC untuk mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan
  5. Setelah memilih Tombol HAC, selanjutnya akan muncul 2 pilihan yakni: HAC Indonesia: untuk membuat kartu e-HAC saat berkunjung ke Indonesia dari luar negeri HAC Domestik Indonesia: untuk membuat Kartu eHAC saat akan bepergian antar kota di Indonesia
  6. Isi data diri pada form registrasi yang muncul meliputi nama, usia, jenis kelamin, negara, nomor identitas, lokasi tujuan, perkiraan waktu kedatangan, kendaraan, dan sebagainya. Jika sudah, klik “Selanjutnya”.
  7. Isi form registrasi mengenai lokasi asal dan jika sudah selesai klik selanjutnya.
  8. Isi form mengenai gangguan kesehatan yang dialami dengan menandai check box yang sesuai gejala yang dirasa, dan kosongi jika tak ada gejala. Selanjutnya klik Submit
  9. Anda akan dibawa kembali ke halaman HAC dan di situ akan tampil Kartu Kewaspadaan Kesehatan E-HAC yang baru dibuat.
  10. Pilih HAC untuk membuka menu pilihan dan akan muncul pilihan: Lihat HAC:

untuk menampilkan informasi pada HAC dan menampilkan barkode HAC yang digunakan untuk ditunjukkan kepada petugas saat check point pemeriksaan. Hapus HAC: bila ternyata ada informasi yang salah.

Mungkin demikian Pengalaman Terbang dengan pesawat di masa Pandemi ini, mudah-mudahan berguna bagi teman-2 yang akan melakukan perjalan dengan Pesawat. Terima kasih

 

 

Hosting

Translate »