Happy BirthDay Lord Zlatan Ibrahimović

Happy BirthDay Lord Zlatan Ibrahimović

Hari ini salah satu figur sepakbola kenamaan dunia yang bermain untuk Milan, Zlatan Ibrahimovic berulang tahun yang ke-40. Pemain yang mengidentikkan dirinya dengan sosok Dewa dan Singa ini masih bermain di level tertinggi sepakbola Eropa dan menjadi salah satu penyerang yang ditakuti di Italia.

Zlatan Ibrahimovic adalah salah satu pemain yang tidak pernah menunjukkan kecintaannya pada salah satu klub. Ia juga tidak pernah kembali pada klub lama yang telah ia bela sebelumnya, tidak sampai ia mengenal Milan. Rossoneri mendatangkannya kembali ke Italia setelah kariernya hampir hancur di Barcelona akibat buruknya hubungan dengan Guardiola. Siapa sangka, setelah kembali ke Italia Ibrahimovic justru kembali menggila. Ia mencetak puluhan gol dan menghantarkan Milan meraih Scudetto. Milan menyelamatkan karier Zlatan dan Zlatan pun mengakui itu. Tidak hanya itu, Zlatan juga langsung jatuh hati pada Rossoneri, ia tak pernah terang-terangan mengakui kecintaannya pada klub, tapi tidak ketika membicarakan Milan, ia sangat terbuka.

Setelah bertahun-tahun berkelana ke Perancis, Inggris, hingga Amerika, ujung-ujungnya Zlatan untuk pertama kalinya memutuskan kembali ke mantan klub yang pernah ia bela. Tidak hanya sekedar mantan klub, Zlatan memutuskan kembali ke klub yang berhasil “menghidupkan kembali” dirinya, yaitu Milan. Saat Milan krisis identitas dan mentalitas akibat didominasi pemain muda, saat itu pula Ibrahimovic pulang. Ia tahu, klub yang pernah ia bela bukan seperti ini. Oleh karena itu ia pulang untuk menunjukkan kembali seperti apa Milan seharusnya.

Sejak kedatangannya, Rossoneri perlahan membaik, bukan hanya sekedar kontribusi gol dan assist yang tentu saja sudah menjadi garansi atas keberadaan Zlatan, sosok Zlatan juga merupakan suntikan moral raksasa yang mampu membuat para pemain Milan lainnya lebih percaya diri, seperti yang kita lihat pada Calabria, Rebić dan Brahim contohnya. Zlatan datang bukan hanya untuk menjadi pemain biasa, melainkan menjadi sosok yang penting dan membawa kembali kewibawaan Rossoneri.

Di musim keduanya bersama Rossoneri, ia tancap gas sejak awal dan sempat memimpin Capocannonieri Serie-A, namun cedera menghentikannya berkali-kali. Tapi di musim inilah ia berhasil membawa Milan pertama kalinya kembali lolos ke Liga Champions yang menjadi mimpi selama bertahun-tahun. Di musim ini juga ia berhasil melesatkan banyak kontribusi gol dan assist serta membantu membangun mentalitas pemain dari dalam dan luar lapangan. Pemain Milan perlahan semakin pede, tidak mudah ciut dan pantang menyerah hingga detik terakhir.

Kini Zlatan memasuki musim ketiganya sejak kembali ke Milan, di usianya yang sudah kepala empat, sudah sepantasnya kita tidak mengharapkan banyak kontribusi dari Zlatan dalam segi penampilan dan gol. Kita harus legawa dan memaklumi namun tetap memberikan dukungan untuknya. Keberadaan Zlatan saja sudah sama seperti moral boost bagi Milan, untuk itulah ia masih sangat diperlukan bagi tim, bagaimanapun keadaannya.

Zlatan hari ini telah berusia 40 tahun, ambisinya masih tetap sama. Kerasa kepalanya masih tetap sama. Mulut besarnya masih tetap sama. Tapi hatinya untuk Milan juga masih tetap sama.

Selamat Hari Zlatan, Dunia! 🎂🤴⭐

Forza Milan! 🔴⚫

#Abr77

 

Sumber : Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Bahasa Indonesia ID