Cerita Lucu Muamar Qadafi & Kevin Cordon soal Tiket Pulang dari Olimpiade

Cerita Lucu Muamar Qadafi & Kevin Cordon soal Tiket Pulang dari Olimpiade

Muamar Qadafi dan Kevin Cordon mengukir kisah manis di Olimpiade 2020. Pencapaian sang atlet Guatemala terbilang mengejutkan hingga timbullah kisah lucu soal tiket pesawat terbang.


Jadi, pertandingan kategori tunggal putra bulu tangkis Olimpiade 2020 berlangsung selama 24 Juli–2 Agustus 2021. Babak penyisihannya sendiri berlangsung hingga 28 Juli.
Cordon bukanlah unggulan dan sama sekali tak diprediksi bisa melaju ke fase gugur. Alhasil, ofisial Guatemala telah mempersiapkan tiket pulang untuk pebulu tangkis 34 tahun itu dan juga Qadafi pada 28 Juli. Namun ternyata, hasilnya di luar dugaan.
“Kami itu ke sana tidak seperti atlet-atlet Asia dan Eropa yang targetnya medali. Kami di sana cuma ingin menikmati bermain di event sebesar Olimpiade,” kata Qadafi kepada kumparan, Jumat (6/8).
“Bahkan, kami sudah disediakan tiket pulang pada 28 Juli (hari terakhir babak penyisihan grup). Namun nyatanya, karena Kevin terus melaju, tiketnya kembali diperpanjang,” lanjutnya sambil tertawa.
Cerita Lucu Muamar Qadafi & Kevin Cordon soal Tiket Pulang dari Olimpiade (1)
Pebulu tangkis asal Guatemala Kevin Cordon memeluk pelatihnya, Muamar Qadafi. Foto: Pedro PARDO / AFP
Kevin Cordon memulai perjalanannya di Olimpiade 2020 dengan mengalahkan Lino Munoz asal Meksiko dan Ng Ka Long asal Hong Kong. Itu membuatnya menjadi juara grup C dan melaju ke fase gugur.
Pada babak 16 besar, Cordon menundukkan Mark Caljouw asal Belanda. Kisah ‘dongengnya’ berlanjut dengan mengalahkan andalan Korea Selatan, Heo Kwang-hee, di perempat final. Ia gagal menembus final usai disingkirkan Viktor Axelsen asal Denmark, yang lalu merengkuh emas tunggal putra.
Akhir cerita, Cordon gagal meraih medali usai dikalahkan Anthony Ginting pada partai perebutan perunggu. Akan tetapi, tetap saja, ini menjadi sejarah tersendiri baginya, untuk negaranya, dan publik serta Federasi Bulu Tangkis Pan America.
“Sebenarnya, kami pun tidak menyangka bisa ke delapan besar, apalagi semifinal. Kami merasa tidak mungkin dan tidak percaya. Bagi Kevin sendiri, ini melebihi target,” terang Qadafi.
“Saya merasa aneh. Kalau di 8 besar atau bahkan 16 besar Olimpiade, bendera-benderanya tuh biasanya tinggal punyanya negara Asia dan Eropa. Ini kok ada 1 bendera warna celeste (biru muda) dari negara mana ini, hahaha… Kami syukuri hasil sejarah luar biasa ini,” tandasnya.
***
Sumber : kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Bahasa Indonesia ID