Penyembelihan Hewan Kurban di Masa PPKM Darurat, Berikut Ketentuannya

Penyembelihan Hewan Kurban di Masa PPKM Darurat, Berikut Ketentuannya

Penyembelihan Hewan Kurban di Masa PPKM Darurat, Berikut Ketentuannya

Reporter:

Egi Adyatama

Editor:

Eko Ari Wibowo

SPetugas memotong daging kurban di Rumah Potong Hewan, Bandung, Jawa Barat, Jumat 31 Juli 2020. Pemerintah Kota Bandung memindahkan penyembelihan hewan kurban bagi warga Bandung ke Rumah Potong sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan masa adaptasi kebiasaan baru. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Petugas memotong daging kurban di Rumah Potong Hewan, Bandung, Jawa Barat, Jumat 31 Juli 2020. Pemerintah Kota Bandung memindahkan penyembelihan hewan kurban bagi warga Bandung ke Rumah Potong sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan masa adaptasi kebiasaan baru. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatur pelaksanaan Salat Idul Adha hingga penyelembelihan hewan kurban di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Hal ini untuk melindungi masyarakat dari persebaran Covid-19.

Kemenag telah menerbitkan surat edaran nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

“Edaran ini antara lain mengatur terkait dengan peniadaan sementara kegiatan peribadatan di rumah ibadah. Artinya, di rumah-rumah ibadah tidak dilakukan kegiatan yang menghadirkan jemaah di masa PPKM Darurat ini,” kata Yaqut, Jumat, 16 Juli 2021.

Menurut surat edaran tersebut ada sejumlah ketentuan yang harus dilaksanakan dalam penyembelihan hewan kurban. Berikut persyaratannya.

 

Pelaksanaan qurban wajib memenuhi ketentuan:
a. Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih;
b. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan qurban;
c. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R);
d. Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan:
1) Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi:
a) Melaksanakan pemotongan hewan qurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik;
b) Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan qurban;
c) Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;
d) Pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak;
e) Petugas yang mendistribusikan daging qurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.
2) Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban:
a) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun);
b) Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;
c) Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;
d) Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer;
e) Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;
f) Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.
3) Penerapan kebersihan alat:
a) Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan hewan kurban selesai dilaksanakan;
b) Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1484174/penyembelihan-hewan-kurban-di-masa-ppkm-darurat-berikut-ketentuannya/full&view=ok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Bahasa Indonesia ID