NgobrAs#2 Paguyuban Asep Dunia dengan tema “Seni Lukis diantara Perjuangan, Cinta, Kesehatan, Keindahan dan Pariwisata”.

NgobrAs#2 Paguyuban Asep Dunia dengan tema “Seni Lukis diantara Perjuangan, Cinta, Kesehatan, Keindahan dan Pariwisata”.

NgobrAs#2 Paguyuban Asep Dunia dengan tema “Seni Lukis diantara Perjuangan, Cinta, Kesehatan, Keindahan dan Pariwisata”.

ASEPNEWS.COM, KOTA BANDUNG – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 76 dan keinginan besar untuk berkontribusi dalam penanganan dampak pandemi Covid-19, serta tindak lanjut acara NgobrAs#1 (Ngobrol Bareng Asep Asep) tentang pandemi dengan mengundang ahli dari Malaysia dan orang Indonesia yang jadi ahli di Amerika dan Australia, salah satu solusi penting adalah perlunya kolaborasi semua pihak termasuk, tidak hanya mengandalkan pada pemerintah.

Paguyuban Asep Dunia (PAD) kolaborasi bersama Integritas Nasional (KIN), BLK Kemenkes Batam dan Taman Indonesia Bahagia (TIB), mengadakan kegiatan “PEDULI KORBAN COVID-19 Galang Dana Lelang Lukisan 17-08-45”.

Asep Dunia, acrilyc on canvas, 70 x 90 cm, 2019 Karya Asep Chaerulloh (Foto: PAD)

Untuk Lukisan yang dilelang terbagi dalam beberapa: edisi 17, edisi 8 dan edisi 45 serta edisi 76. Kegiatan lelang diselenggarakan selama 1 bulan yang yang akan di mulai tanggal 17 Juli sampai 17 Agustus 2021, dengan opening melalui zooming dan teknis pelaksanaan melalui group WA Lelang Lukisan. Pembukaan dihadiri perwakilan pejabat dan tokoh yang mengambarkan Nusantara.

Semangat kegiatan ini juga adalah untuk menjadikan seni sebagai sarana merajut nusantara, menyatukan langkah Indonesia sebagai rumah bersama. Karya edisi 17 dan 08 merupakan karya lukis Asep Chaeruloh dan edisi 45 merupakan gabungan 3 pelukis, yaitu Asep Chaeruloh, Deden Hamdani dan Robby Hendrawan. Sedangkan edisi 76 yang akan di mulai lelangnya per tanggal 17 Agustus 2021 merupakan gabungan dari banyak pelukis. Lukisan yang di tampilkan merupakan lukisan yang penuh makna dan inspiratif, secara off line kebanyakan lukisan ditampilkan di Galeri Lukis Asep Dunia (GLAD) atau Galeri Rumah Kubisme Taman Indonesia Bahagia Wanaraja Garut.

Asep Chaeruloh bersama Asep Ruslan Presiden PAD di Taman Indonesia Bahagia Garut (Foto: PAD)

Lukisan banyak menampilkan gambar wanita, selaras dengan kehidupan yang semakin wanita selaras juga dengan semakin banyak posisi dan orang hebat yang wanita, dan juga wanita identik dengan negeri maka ada ibu Pertiwi. Indonesia harus semakin seperti ibu yang sangat penuh kasih sayang tulus dan peduli, terutama disaat pandemi Covid-19, kita harus lebih peduli sesama, seluruh elemen berkolaborasi untuk atasi pandemi dan peduli terhadap korbannya. Galang dana lelang lukisan adalah salah satu bentuknya.

Kepedulian harus muncul untuk atasi krisis multi dimensi, walaupun ada respon apakah cocok lelang lukisan disaat pandemi, saat pertumbuhan ekonomi sedang merosot, bahkan ada yang bertanya “memang bakal ada yang bersedia donasi dengan mengkoleksi lukisan?. Apapun itu namanya juga ikhtiar dan berusaha menyadarkan pentingnya kepedulian terutama fakta dilapangan menampilkan anomali yang menarik.

Artourismpreneur, acrilyc on canvas, 110 x140 cm, 2019 Karya Asep Chaerulloh (Foto: PAD)

“Pandemi mengakibatkan perekonomian Indonesia merosot (kontraksi). Namun, jumlah orang dewasa dengan kekayaan di atas USD1 juta naik tajam sebesar 61,7%, dari 106.215 orang tahun 2019 menjadi 171.740 orang,” kata Faisal Basri dalam akun Twitternya dikutip Selasa (13/7/2021). Lebih lanjut, mengintip laporan Credit Suisse yang dikutp dari CNBCIndonesia, jumlah orang dengan kekayaan di atas US$ 1 juta atau setara dengan Rp 14,49 miliar (kurs dollar Rp 14.486) di Indonesia ada sebanyak 172.000 orang. Bertambah 62,3% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).

Sebuah fakta bagi pelukis yang sering juga memfasilitasi banvak pelatihan termasuk zooming terkait energi perubahan, bahwa energi itu tidak hilang yang ada adalah berubah bentuk, termasuk didalamnya orang kaya, orang yang relatif punya kemampuan untuk mengkoleksi lukisan, bahwa memang banyak orang kaya yang kesulitan ekonomi, memang banyak usaha yang tutup, namun banyak pula usaha baru yang tumbuh, banyak pula OKB (orang kaya baru). Selain orang kaya lama yang pecinta lukisan, lelang lukisan ini ditujukan juga untuk OKB agar terjadi proses mengurangi kesenjangan, atau pandemi covid diharapkan tidak memperparah kesenjangan dimana Indonesia merupakan No 4 kesenjangan ekonomi tertinggi di dunia, agar terwujud budaya berbagi sebagai bukti dan sesuai dengan kedermawanan Indonesia yang tertinggi didunia.

NgobrAs#2 Paguyuban Asep Dunia (PAD) Via Zoom Meeting  (Foto: PAD)

Opening kegiatan, setelah sambutan akan dilanjutkan dengan acara NgobrAs#2 Paguyuban Asep Dunia (PAD) Via Zoom Meeting dengan tema “Seni Lukis diantara Perjuangan, Cinta, Kesehatan, Keindahan dan Pariwisata”.

Topik Bahasan :

  1. Seni untuk inspirasi, kepedulian dan kesehatan.
  2. Peluang dan Aspirasi Art and Health Tourism

Pada : Sabtu 17 Juli 2021.

Jam : 08.00 – 12.00 WIB.

Gratis & Terbuka untuk Umum.

Join Zoom Meeting

https://us02web.zoom.us/j/83692639423?pwd=a3phZDcyUDh1bHo2VGpzeUR1QkRPUT09

Meeting ID: 836 9263 9423 – Passcode: NgobrAs02

Informasi dan Keterangan : WA. 0812-8093-1023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Bahasa Indonesia ID