Ini Harga Tes Covid-19 dengan GeNose dan Cara Kerjanya

Ini Harga Tes Covid-19 dengan GeNose dan Cara Kerjanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Mulai 5 Februari mendatang moda transportasi kereta api dan bus akan readyviewed menggunakan alat ‘GeNose’ untuk melakukan screening penumpang bergejala Covid-19 . Alat ini juga sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada Kamis (24/12/2021) lalu.

Ketua Tim Pengembang ‘GeNose’ Prof. Kuwat Triyana menjelaskan secara resmi sudah dapat izin edar Kemenkes RI AKD 20401022883 untuk mulai dapat pengakuan regulator dalam membantu penanganan Covid – 19 dalam screening cepat.

“GeNose C19 hasil produksi masal batch pertama didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk di distribusikan , harapannya agar jumlah GeNose C19 masih terbatas dapat memberikan dampak maksimal,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (25/1/2021).

Ia berharap distribusi alat ini bisa dilakukan di bandara, stasiun kereta, tempat keramaian, termasuk rumah sakit. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dapat mobile mendekati suspect Covid – 19 dengan alat ini.

“Tapi pada tahun ini tidak memungkinkan pengadaan GeNose C19 untuk keperluan pribadi,” katanya.

Tim berharap bila ada 1.000 unit kelak maka akan mampu melakukan tes sebanyak 120 ribu orang sehari. Bila ada 10 ribu unit sesuai target di akhir Februari, maka Indonesia akan bisa menunjukkan jumlah tes Covid-19 per hari terbanyak di dunia yakni 1,2 juta orang per hari.

Kuwat mengatakan diharapkan dengan kemampuan test sebanyak itu bisa menemukan orang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan segera diambil Tindakan isolasi atau perawatan sehingga rantai penyebaran dapat segera terputus.

Biaya tes dengan GeNose hanya sekitar Rp 15-25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa hembusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab.

Cara Kerja GeNose

Mengutip laman mipa.ugm.ac.id alat tersebut mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC). Salah satu anggota Tim Pengembang GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra mengungkapkan VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar Bersama nafas.

“Orang yang diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta menghembuskan nafas ke tabung khusus, sensor dalam tabung itu bekerja untuk mendeteksi VOC. Kemudian data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil,” katanya

Penggunaan alat ini hanya kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negative Covid-19.

DIlansir detikcom, tidak seperti alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction), GeNose tidak mendeteksi adanya keberadaan virus Covid -19. Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menjelaskan alat ini juga berbeda dengan test rapid antibody yang mendeteksi respon imun tubuh lewat sampel darah.

“Jadi yang dideteksi ini bukan virusnya, tapi yang dideteksi disini adalah partikel atau senyawa yang memang spesifik akan berbeda jika terjadi atau dikeluarkan oleh orang yang mengidap Covid-19,” terangnya.

Diklaim 92% Sensitif

Alat ini juga diklaim 92% sensitive tingkat akurasinya. Berdasarkan uji coba tes Covid ini ada dua penelitian yang dilakukan yaitu uji validitas dan uji klinis.

Dalam uji validasinya Anggota Tim GeNose UGM Dian K Nurputra menjelaskan ada sekitar 615 sampel nafas, dan 382 nafas diantaranya disebut berpola positif terpapar Covid-19. Uji Validitas ini dilakukan di RS Bhayangkara dan RSKLC.

“Uji Validasi sebelumnya dilakukan untuk memetakan bagaimana pola yang jelas, dan bagaimana pola ke orang-orang sakit tapi non Covid-19,” katanya.

Sebagai informasi ada 8 rumah sakit mitra uji diagnostic, di RSUP Dr. Sardjito, RSPAU Hardjolukito Yogyakarta, RS Bhayangkara Tk III Yogyakarta, RSLKC Bambanglipuro Bantul, RST Dr. Soedjono Magelang, RS Bhayangkara Tk I Raden Said Soekanto Jakarta, RS Akademik UGM, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Harga Alat Screening GeNose

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ristek/BRIN, Ali Ghufron Mukti, menyebut alat ini dijual sekitar Rp 62 juta. Harga test per orang dikenakan sekitar Rp 15-20 ribu tergantung jumlah pemakai.

 

Sumber : CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Bahasa Indonesia ID